Rabu, 26 November 2008

Makalah Baja




PENGERTIAN BAJA
Baja adalah paduan logam yang tersusun dari besi sebagai unsur utama dan karbon sebagai unsur penguat.
Unsur karbon inilah yang banyak berperan dalam peningkatan performan. Perlakuan panas dapat mengubah sifat baja dari lunak seperti kawat menjadi keras seperti pisau. Penyebabnya adalah perlakuan panas mengubah struktur mikro besi yang berubah-ubah dari susunan kristal berbentuk kubik berpusat ruang menjadi kubik berpusat sisi atau heksagonal.
Dengan perubahan struktur kristal, besi adakalanya memiliki sifat magnetik dan adakalanya tidak. Besi memang bahan bersifat unik.
Sumber :Hasil Penelusuran Gambar oleh Google untuk http--www_dfat_gov_au-aii-publications-_lib-img-07-Stadium_jpg.mht
Konstruksi
Banyak produk dibuat di Australia untuk digunakan membangun rumah-rumah. Ini meliputi atap baja berwarna, jendela alumunium, seng baja tak berkarat, dan batu bata.
Ada beberapa hasil temuan baru, yang meliputi:
sistem lantai beton pratekan yang disebut lantai-ultra, yang kuat, tahan lama, anti rayap.
kerangka bangunan baja berbentuk modul dan berbobot ringan yang dibuat oleh Nu-steel (Lihat Gambar)
berbagai papan-serat dan bahan bangunan yang menggunakan bahan- bahan, seperti sepah tebu, serat gandum, dan jerami padi.
serat baja yakni serat baja yang memperkuat beton yang digunakan untuk membangun kolam renang, tangki air dan pembuatan lantai
Sumber :Hasil Penelusuran Gambar oleh Google untuk http--www_beton_co_id-old-produk-prod07-prod0703_gif.mht


BEBERAPA DETAIL KONSTRUKSI PEMASANGAN
PELAT BETON PRATEGANG PRACETAK
TAMPAK SAMPING TAMPAK ATAS







PROYEKSI PELETAKAN HALF-SLAB
PADA KONSTRUKSI BAJA

Sumber:http://google/WTC.co.id
Kelemahan rangka baja
Struktur Baja tidak selamanya kuat, terbukti dengan Gedung WTC yang kelihatan kokoh dapat hancur dalam sekejap, itu dikarenakan Baja tidak kuat menahan Suhu Panas yang teramat Tinggi. Hal tersebut menunjukkan salah satu kelemahan dari struktur rangka Baja.
Satu lagi kelemahan dari stuktur rangka baja, yaitu baja dapat berkorosi(berkarat), Bila elemen-elemen konstruksi baja terkena korosi berakibat menurunnya kekuatan elemen tersebut dan elemen lain terganggu karena saling berkaitan, Akan tetapi besi baja yang dilapisi zinc dengan cara hot dip galvanizing pasti dapat memperpanjang umur besi baja itu sendiri.
Sumber: harian kompas tanggal 14 oktober 2004, http://google/petronas.co.id

penggunaan kontruksi baja pada bangunan
PENDAPAT yang menyatakan bahwa membangun dengan kerangka baja tidak akan dapat mengikuti hasil desain para arsitek secara detail masih harus diperdebatkan lagi. Sebab, mungkin untuk beberapa jenis bangunan dalam skala kecil bisa jadi kerangka baja sulit untuk dibentuk dan jelas tidak ekonomis. Tetapi untuk proyek berskala besar sudah banyak bangunan monumental di dunia kita ini yang dibuat dari kerangka baja.
Gambar pertama menunjukkan baja digunakan untuk membangun bangunan tinggi, Tentu dengan menggunakan konstruksi baja keuntungannya cukup banyak diperoleh. Antara lain seperti kecepatan mendirikan bangunan atau jembatan bersangkutan.
Gambar kedua menunjukkan bahwa bangunan kecil juga dapat dibuat dengan menggunakan kontruksi baja dan bangunan tersebut dapat mengikuti hasil desain para arsitek.
Sumber: René van Zuuk Architekten arcspace_com_files001.tmp
Ada beberapa tahap dalam pengolahan baja, yaitu tahap elastis, plastis, dan strain hardening. Dengan konstruksi baja justru bisa lebih dulu dibuat atau dirakit di bawah atau bahkan di luar lokasi proyek, seperti di pabrik
Kebanyakan kontruksi baja dikombinasikan dengan menggunakan kaca sebagai pembatas ruang dalam dan luar.
Sumber: harian kompas tanggal 14 oktober 2004
Keunggulan kontruksi baja dibandingkan dengan beton
Tentu dengan menggunakan konstruksi baja keuntungannya cukup banyak diperoleh. Antara lain seperti kecepatan mendirikan bangunan atau jembatan bersangkutan. Berbeda dengan proyek yang dikerjakan dengan konstruksi beton yang dalam setiap langkah setelah pengecoran struktur bangunan bersangkutan harus menunggu sedikitnya 28 hari untuk menunggu tingkat kekuatan tekan dan kekuatan tarik dari konstruksi beton bersangkutan.
Karena mengerjakannya bisa sebelum material tiba di lokasi, tentu waktu yang dibutuhkannya pun jauh lebih cepat. Hanya memang sudah dapat dipastikan bahwa biaya yang dikeluarkan sangat jauh lebih mahal ketimbang konstruksi beton.
Bijih besi bertebaran hampir di seluruh permukaan Bumi dalam bentuk oksida besi. Meskipun inti Bumi tersusun dari logam besi dan nikel, oksida besi yang ada di permukaan Bumi tidak berasal darinya, melainkan dari meteor yang jatuh ke Bumi.

Di Australia, Brasil, dan Kanada, ditemukan bongkahan bijih besi berketebalan beberapa puluh meter dan mengandung 65 persen besi. Besi adalah unsur yang sangat stabil dan merupakan unsur terbanyak ke delapan di Jagat Raya setelah silikon. Pada lapisan kulit Bumi, besi merupakan unsur logam terbanyak ketiga setelah silikon dan aluminium.
SEJARAH BAJA
Besi ditemukan digunakan pertama kali pada sekitar 1500 SM
Tahun 1100 SM, Bangsa hittites yang merahasiakan pembuatan tersebut selama 400 tahun dikuasai oleh bangsa asia barat, pada tahun tersebut proses peleburan besi mulai diketahui secara luas.
Tahun 1000 SM, bangsa yunani, mesir, jews, roma, carhaginians dan asiria juga mempelajari peleburan dan menggunakan besi dalam kehidupannya.
Tahun 800 SM, India berhasil membuat besi setelah di invansi oleh bangsa arya.
Tahun 700 – 600 SM, Cina belajar membuat besi.
Tahun 400 – 500 SM, baja sudah ditemukan penggunaannya di eropa.
Tahun 250 SM bangsa India menemukan cara membuat baja
Tahun 1000 M, baja dengan campuran unsur lain ditemukan pertama kali pada 1000 M pada kekaisaran fatim yang disebut dengan baja damascus.
1300 M, rahasia pembuatan baja damaskus hilang.
1700 M, baja kembali diteliti penggunaan dan pembuatannya di eropa.
bijih besi antara lain :
Hematite - Fe2O3 - 70 % iron
Magnetite - Fe3O4 - 72 % iron
Limonite - Fe2O3 + H2O - 50 % to 66 % iron
Siderite - FeCO3 - 48 % iron
PROSES PEMBUATAN BAJA
proses konvertor
proses Bassemer (asam)
proses Thomas (basa)
proses Siemens Martin
proses Basic Oxygen Furnace
proses dapur listrik
proses dapur kopel
proses dapur Cawan
KLASIFIKASI BAJA
Menurut komposisi kimianya:
- Baja karbon (carbon steel)
*Baja karbon rendah (low carbon steel)
*Baja karbon menengah (medium carbon steel)
*Baja karbon tinggi (high carbon steel) è tool steel
- Baja paduan (alloy steel)
*Untuk menaikkan sifat mekanik baja
*Untuk menaikkan sifat mekanik pada temperatur rendah
*Untuk meningkatkan daya tahan terhadap reaksi kimia
*Untuk membuat sifat-sifat spesial
Baja Paduan Khusus (special alloy steel)
High Speed Steel (HSS) è Self Hardening Steel
BAJA DALAM KEHIDUPAN
Dalam kehidupan sehari-hari, biasanya keberadaan baja diabaikan karena kebanyakan dilapisi bahan lain. Orang baru menyadarinya ketika menyentuh benda dingin dan keras seperti lemari es, meja belajar, kursi, dan tiang listrik. Tabel menunjukkan contoh produk baja dalam berbagai bidang.
Pada bidang konstruksi dan tata kota, kekuatan baja yang dapat menyangga beban berat digunakan untuk kerangka bangunan pencakar langit sampai ketinggian 450 meter, seperti Petronas Twin Towers di Malaysia. Baja juga tahan terhadap perpatahan sehingga dapat melindungi dari gangguan gempa.
Ratusan ton baja juga digunakan untuk pembangunan jembatan antarpulau sampai berjarak lebih dari satu kilometer, seperti jembatan Kanmonbashi di Jepang.
BAJA DI INDONESIA
Menurut penelitian jumlah konsumsi baja suatu bangsa dapat dijadikan indikator tingkat kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Negara-negara maju umumnya mengonsumsi 700 kilogram baja per jiwa per tahun. Masyarakat Indonesia baru mengonsumsi 20 kilogram per jiwa. Ini berarti baja masih belum dirasakan keberadaannya oleh masyarakat Indonesia.
Baja dengan nilai ekonomi tinggi dan berfungsi vital masih belum mendapat perhatian dengan baik oleh pemerintah. Maka, daya dukung baja terhadap kinerja dan performan proses produksi sangat lemah. Dampaknya, produk-produk Indonesia belum bisa berkompetisi dengan produk dari negara lain baik dalam jumlah produksi, kualitas, dan ketepatan waktu penyebarannya.
Indonesia yang dikenal kaya sumber daya alam harus mengimpor 100 persen bahan baku baja (pellet) dan 60-70 persen scrap baja untuk keperluan industri bajanya. Ini masih ditambah teknologi pengolahan baja yang tidak efisien karena menggunakan sumber energi gas yang semakin meningkat harganya serta teknologi yang masih tergantung kepada negara pemberi lisensinya.
BAJA SUPER MASA DEPAN
Pengembangan bahan baja telah menjawab tantangan kebutuhan industri di masa depan, di mana "kompaksisasi", konservasi energi, dan pelestarian lingkungan menjadi faktor-faktor terpenting dalam pengembangan produk dalam industri.
Dengan peningkatan performan besi baja, muncul harapan baru di bidang perindustrian, seperti memungkinkan pengurangan bahan baja, sehingga produk menjadi lebih ringan dan kompak, menghemat energi karena pengurangan beban pada penggunaannya, dan ramah lingkungan karena mengurangi eksploitasi sumber daya alam.
Hal ini juga memungkinkan mengakselerasi pengembangan teknologi ruang angkasa, karena peningkatan performan pesawat ulang-alik atau roket dan sebagainya. Khususnya akhir-akhir ini, dengan "teknologi nano", sifat-sifat baja dapat dikontrol dan disesuaikan dengan kebutuhan bahan yang diperlukan dalam proses produksi.
Jika rekayasa "teknologi nano" berhasil, dapat dibayangkan berapa juta ton bijih besi (separuh dari eksploitasi sekarang) dapat dihemat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar