Sunday, December 14, 2008

mengapa rakyat hidupnya bertambah sulit

mengapa jutaan rakyat hidupnya bertambah sulit? Apa yang salah? Bagaimana solusinya? Kalau kita tinjau lebih dalam, bahwa bangsa indonesia memiliki kekayaan yang sangat melimpah ruah, gemah ripah loh jinawe, bahkan ada yang mengatakan” tongkat ditanam bisa tumbuh”, oleh krena itu Nusantara ini menjadi rebutan oleh bangsa-bangsa Eropa bahkan jepang ikut untuk menjajah dan mengeruk kekayaannya.
Tapi ironinya berbeda dengan kenyataan, banyak rakyat yang miskin, kelaparan, hidupnya masih jauh dari garis sejahtera. Ibarat ayam yang mati di atas lumbung padi, mungkin ini majas yang tepat untuk menggambarkan kenyataan yang terjadi pada bangsa Indonesia saat ini. Mengapa bisa terjadi demikian? Apakah yang menjadi factor yang membuat Indonesia seperti ini? Apakah karena bahan bakar minyak mahal, Apakah karena sedikitnya SDM yang mampu mengolah itu smua?, Apakah salah pemerintah?, salah para KKN?, ataukah salah kita yang sebagai warga neagara Indonesia yang hanya menjadi penonton, wasit, pendemo, ataukah actor di balik layar yang hanya bisa ngomong kosong dan janji serta sumpah pada waktu pemilu. Tapi setelah terpilih dia lupa akan semua sumpah dan janji janjinya. Bangsa Indonesia tidak butuh orang-orang yang seperti itu. Karena orang orang yang seperti mereka tidak akan pernah bisa membuat kondisi bangsa inidonesia lebih baik bahkan, mngkin mereka malah akan membuat bangsa Indonesia yang semaki rapuh.
Kalau ditanya siapa yang salah? Jawaban yang paling tepat adalah salah kita semua, dalam kondisi seperti ini kita tidak perlu menyalahkan orang lain. Sebaiknya marilah kita instropeksi diri kita sendiri, kita sadarkan dulu diri kita. kesalahan bangsa Indonesia ini sangat kompleks, hamper semua lapisan masyarakat bertanggung jawab terhadap masalah yang di alami bangsa Indonesia, baik pemerintah maupun yang diperintah. Misalkan sekarang kita ambil masalah suber daya manusia di Indonesia sangatlah kurang, bahkan SDM di Indonesia di bawah Vietnam, sebuah negara yang baru merdeka. Ini salah siapa? Pemerintahkan? Guru? Atau kita?. Sekarang marilah kita tinjau bersama banyak orang orang pintar di Indonesia, tapi mereka malah bekerja di Negara lain. Karena di bangsa mereka sendiri merka tidak di hargai. Ada lagi. Pemerintah pada masa pemerintahan sekarang sudang mencanangkan wajib belajar 9 tahun, bahkan ada sebuah daerah di Indonesia, Karena otonomi daerah, daerah tersebut mencanangkan wajib belajar 12 tahun bahkan sampai merencanakan akan membebaskan uang kuliah. Tapi masyarakat di daerah tersebut sedikit yang minat akan program tersebut. Saya pernah bertanya pada sebuah anak kecil, dia adalah seorang pemulung. kenapa kamu tidak sekolah? Dia menjawab” buat apa sekolah, dengan begini aja saya sudah bias dapat uang”. Kalau dalam kasus seperti ini apakah kita masih salahkan pemerintah. Seorang anak yang harusnya sekolah, mereka malah menjadi pemulung. In adalh sebuah fakta pada masyarakat Indonesia. Walaupun fakta ini tidak bisa menjadi sebuah kesimpulan bahwa seluruh rakyat Indonesia seperti itu.

1 comment:

  1. Assalamu'alaikum!

    Blog anda postingannya bagus nih

    ^^

    bisa bermanfaat nih buat semua nya

    ReplyDelete