Tuesday, December 2, 2008

jiwaku berkata dan menasehati aku

Jiwaku berkata kepadaku
Hai kau yang telah disibukkan oleh
Fatamorgana dunia .....
Apa yang ingin kau cari dari dunia...?
Lihatlah...tak ada orang yang memandangmu
Cahaya pun enggan menyinari mu
Dirimu dirimu dikala pagi
Tuhanpun muak dengan dosa dosamu
Tingkahlakumu...............
Kau beribadah kepada Nya
Tapi kau juga bermaksiat kepada Nya
Apakah kau yakin ibadahmu diterima oleh Nya?
Apakah kau yakin tobatmu di ampuni oleh NYa?
Tangisilah dirimu dengan tangisan penyesalan
Sepanjang hidupmu

Jiwaku bertanya kepadaku
Apa yang ingin kau cari dari sandiwara dunia ini
Apakah kau mencari cinta....?
Lihatlah cinta...
Lihatlah berapa banyak orang yang terluka
Karena cinta
Lihatlah cinta...
Apakah kau ingin cari cinta
Sampai kapan kau akan disibukkan dengan urusan cinta?
Sebelum jiwaku menasehatiku
Aku berkata........
Cinta yang ada dihatiku
Bagaikan seutas benang tipis yang terikat oleh pasak
Jiwaku menasehati dan mengajriku
Untuk mencintai mereka yang membenciku
Dan untuk menjalin persahabatan dengan mereka yang memusuhiku
Jiwaku menunjukan kepadaku, cinta mengembangkan dirinya
Tidak hanya kepada mereka yang mencintai,
Tetapi juga kepada mereka yang dicintai
Namun sekarang cinta sudah menjadi
Lingkaran cahaya tanpa awal maupun akhir
Cinta mengelilingi insan dan perlahan akan merengkuh semuanya

Sebelum jiwaku menasehatiku
Aku melihat kecantikan laksana obor yang bergoyang
Diantara kepulan asapnya...
Namun manakal asap itu hilang tersapu angin
Aku tak melihat apapun melainkan
Api yang menyala nyala

Jiwaku menasehatiku dan mengajari aku
Untuk mendengar suara yang tak terdengar
Oleh telinga, takterucapkan oleh lidah
Tenggorokan dan bibir insan
Sebelum jiwaku menasehatiku
Aku tak mendengar suara apapun
Kecuali tangisan dan jeritan
Namun, kini aku mencari keheningan dan
Mampu mendengarnya melantunkan lagu dan sajak
Kepada usia dan angkasa serta mimpi
Mengungkapkan rahasia dari Yang Tak terlihat

Jiwaku menasehatiku
Untuk menyentuh impianku
Yang belum terwujud
Jiwaku mengatakan padaku bahwa
Apapun yang kita sentuh itu
Sebenarnya bagian dari keinginan kita
Namun kini jemariku tak kuasa
Untuk melukis semua yang ada dalan khayalanku
Dan menulis semua yang ada dalam hatiku
Yang bercampur dengan kegelisahan yang tak Nampak

Jiwaku menasehatiku
Janganlah kau mengukur waktu dengan berkata
“kemaren adalah masa lalu dan
Esok adalah impian
Sebelum jiwaku mengatakan hal itu
Aku membayangkan
Masa lalu sebagai yang tek terulang
Dan masa depan adalah sesuatu yang tak teraih

Jiwaku berkata kepadaku
Apa yang kau inginkan dari dunia ini
Apakah kau tak melihat kuasa Tuhanmu
Lihatlah.....
Langit membentang tanpa tiang
dan planet planet bergerak sesuai perhitungan
dan air yang dipertemukan
tapi ada perbedaan diantara keduanya
lihatlah kuasa Tuhanmu
Ia menjadikan manusia berpasang pasangan
Dan Ia menciptakan pasanganmu dari jenismu sendiri
Agar kau senang akan hal itu
Apakah kau tak lihat surga
Yang diceritakan dalam kitab sucimu
Yang di bawahnya mengalir air susu dan arak
Yang setiap saat kau bisa meneguknya
Tanpa kau merasa kenyang akan hal itu
Apa yang perlu kau ragukan lagi
Di surga sana terdapat bidadari bidadari
Bermata bening yang belum pernah di sentuh oleh siapapun
Dan kau halal akan bidadari itu
semua yang tercipta adalah untukku, untukmu,dan untuk kita

sebelum jiwaku berkata kepadaku akan hal itu
aku mencoba mensyukuri atas nikmat Tuhanku
yang telah di anugrahkan kepadaku
sehingga hatiku dapat mendengar semua yang kau ucapkan
aku mencoba bersyukur atas nikmat Tuhanku....

jiwaku mengajariku dan menasehatiku
tentang banyak hal......
saudaraku sebagaimana pula jiwamu menasehatimu
sesungguhnya engkau dan diriku adalah Satu
tak ada perbedaan diantara kita
kecuali ketegasan yang ada di dalam diriku
yang engkau jaga sebagai sebuah rahasia
yang ada dalam hatimu

No comments:

Post a Comment