Monday, February 16, 2009

Filsafat

BAB I
PENDAHULUAN


1.1.Latar Belakang
Pengertian Filsafat
Dalam wacana ilmu pengetahuan, banyak orang yang memandang bahwa filsafat adalah bagian ilmu yang rumit, kompleks, dan sulit dipahami dengan definitif.
Secara etimologis istilah filsafat berasal dari bahasa yunani “phielen” yang artinya cinta “dan “sophos” yang artinya hikmah atau kebijaksanaan atau wisdhom. Jadi secara harfiyah filsafat mengandung makna cinta kebersamaan.
Filsafat lahir pertama kali di yunani dengan seorang tokoh utama yaitu seorangfilsuf yunani yang bernama Thaeloes, selanjutnya diikuti silih berganti oleh tokoh lain yang sering kita kenal seperti Plato, Aristoteles, sokrafes. Dan hal ini nampak denhan seiring dengan tumbuhnya ilmu pengetahuan.ysng sebelumnya di bawah naungan filsafat. Seiring dengan pertumbuhan ilmu pengetahuan maka muncul pula filsafat yang berkaitan dengan bidang bidang ilmu tertentu antara lain filsafat politik, social, hukum, bahasa, ilmu pengetahuan , agama, dan bidang bidang yang lainnya,
Filsafat merupakan kegiatan pemikiran yang tinggi dan murni ( tidak terikat langsungdengan suatu objek)yang mendalam dan daya pikik subjek manusia dalam memahami segala sesuatu untuk mencari kebenaran. Ajran filsafat merupakan hasil pemikiran yang sedalam dalamnya tentang kemestaan secara mendasar (mundamental dan hakiki).Filsafat merupaka ajaran atau system nilai baik berwujud pandangan maupun sebagai ideologi yang dianut oleh masyarakat ataupun bangsa dan negara.
Selain itu filsafat juga tak terlepas dari rasa heran dan kagum, di samping keterbatasan dan kesadaran yang dimiliki setiap manusia maka banyak permasalahan yang bisa direnungi serta digambarkan manusia melalui pemahaman kemestaan ataupun duniawi. Adapun cara yang ditempuh dalam memperoleh jawaban atas pertanyaan akibat keheranan dan kekaguman adalah melakukan pemikiaran kepilsapatan secara berlanjut, khususnya terhadap hakikat terhadap atas eksitensi segala sesuatu antara lain:
a. Apakah sebenarnya hakikat dari alam semesta ini.
b. Darimana dan bagaimanakah wujud alam semesta
c. Apakah yang sesungguhnya makana hakikat manusia itu.
d. Mengapa ada kelahiran, kematian , dan darimana sebelum manusia lahir
e. Mengapa ada kematian, dan bagaimana manusia itu sesudah mati.
f. Apakah sebernya yang menjadi tujuan dari kehidupan manusia itu.
Keseluruhan arti filsafat yang meliputi berbagai masalah tersebut dapat dikelompokkkan menjadi dua macamsebagai berikut:
Pertama : Filsafat sebagai produk yang mencangkup pengertian.
1. Filsafat sebagai jenis ilmu pengetauan, ilmu, konsep.pemikiran pemikiran dari para filsuf pada zaman yang lazimnya merupakan suatu aliran tang memiliki system filsafat tertentu misalnya : sosialisme, materialisne, liberalisme dan lain sebagainya
2. Filsafat menjadi suatu jenis prolema yang dihadapi oleh manusiasebagai hasil dari aktivitas berfilsafat. Jadi manusia mencari sutau kebenaran yang timbul dari persoalan yang yang bersumber pada akal manusia.
Kedua : Filsafat sebagai suatu proses, yang dalam hal ini filsafat diartikan dalam, bentuk suatu aktivitas berfilsafat.Filsafat dari pengertiannya bukan lagi kumpulan dogma yang hanya diyakinkan ditekuni dan dipahamisebagai suatu nilai tertentu tetapi lebih merupakan aktivitas befilsafat.
Adapun cabang cabang ilmu filsafat adalah sebagai berikut:
1.Metafisika: yang membahas tentang hal hal yang bereksitensi di balik fisis, yang meliputi bidang bidang , ontology, kosmologi, dan antropologi
2. Epistemilogi : yang berkaitan dengan hakiki pengetahuan.
3. Metodologi : yang berkaitan dengan persoalan hakikat metode dalam ilmu pengetahuan
4. logika : yang berkaitan dengan filsafat berfikir yaitu rumus rumus dan dalil dalil yang benar.
5. Etika : yang berkaitan dengan moralitas dan tingkah laku manusia.
6. Estetika : yang berkaitan dengan persoalan hakikat keindahan.
Dalam makalah ini akan dibahas tentang pengrtian pancasila sebagai falsafah bangsa Indonesia yangakan dimulai dari pengertian filsafat, sistematika filsafat, aliran aliran filsafat yang akan berlanjut kepada peran dan fungsi pancasila sebagai falsafah bangsa Indonesia dan seerusnya.semoga makalh ini dapat bermanfatat bagi kita semua yang membacanya.

1.2 Identifikasi Masalah
a. Mengapa Pancasila dijadikan sebagai system falsafah di Indonesia.
b. Nilai nilai apakah yang terkandung dalam filsafah pancasila
c. Apa dasar dari pancasila dijadikan falsafah di Negara Indonesia.

1.3 Tujuan pembahasan
tujuan pembahasan adalah supaya kami sebagai Mahasiswa mengetahui mengapa pancasila dijadikan falsafah bangsa Indonesia dan untuk lebih mengetahui dasar dasar dan nilai nilai mengapa pancasila dijadikan falsafah di Negara Indonesia.











BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Penerapan Pancasila Secara Filsafat
Ada dua hal yangpenting diperhatijkan yaitu filsafat sebagai metode dan filsafat sebagai pandangan. Keduanya akan berguna bagi ideology pancasila. Filsafat sebagai suatu pandangan yang menunjukkan nilai dan pemikiran yang dapat menjadi substansi dan isi pembentukan ideology pancasila.
Ideologi pancasila adalah keseluruhan prinsip normative yang berlaku bagi Negara Indonesia dan bangsa Indonesia secara keseluruhan. Namun, filsafat pancasila akan menggunakan konsep kebenaran yang bukan saja ditujukan pada bangsa Indonesia, melainkan bagi bangsa indodesia.
Manusia adalah makhluk yang khas, yaitu dilengkapi rasio dan kehendak bebas, maka etika atau filsaafat moral merupakan bagian yang penting.Wawasan filsafat meliputi bidang pengeluasaka ontology, epistemology, dan axiology, ke tiga bidang ini dapat mencangkup kemestaan.

2.1.1 Sistematika Filsafat
Filsafat memiliki sistematika yang sangat luas yang meliputi tiga hal yang utama,
a. Bidang Ontologi : Bidang filsafat yang menyelidiki hakikat dari realita yang ada.
b. Bidang Epistemologi : Suatu bidang filsafah yang membahas sumber, batas , proses hakikat dan validasi pengetahuan.
c. Bidang Axiologi : Bidang filsafah yang menyelidiki nilai, terutama meliputi nilai nilai normatif.

2.1.2 Aliran Aliran Filsafah
Aliran alirann yang ada sejak zaman sekarang meliputi sbb:
a. Aliran Materialisme
Aliran materialisme mengajarkan bahwa hakikat realitas kemestaan termasuk makhluk hidup dan manusia.
b. Aliran Idealisme
Mengajarkan ide atau spirit manusia yang mennetukan hidup dan pengertian manusia.
c. Aliran Realisme
Menggambarkan bahwa ke dua aliaran di atas, materialisme dan idelisme yang bertentangan, tidak sesuai dengan kenyatan

2.1.3 Nilai nilai pancasila bersifat Philosofis
Pendekatan filsafat pancasila untuk ilmu pengetahuan yang
mendalam tentang pancasila untuk mendapat pengertian yang mendalam, kita harus mengetahui sila sila pancasila tersebut, lalu kita cari intinya dan setelah kita ketahuihakikay dan inti tersebut selanjutnya kita cari hakikat dan pokok pokok yang terkandung di dalamnya sebagai berikut:
1. Pancasula sebagai pandangan terhadap bangsa berarti bahwa nilai nilai yang terkandung dalam pancasila itu dijadikan tuntunana dan pegangan dalam mengatur stiap sikap dan tingkah laku manusia Indonesia dalam hidupnya dengan Tuhan, masyarakat, dan alam semesta.
2. Pancasila sebagai dasar Negara
Berarti bahwa nilai nilai yang terkandung dalam pancasila itu dijadikan dasar dan pedoman dalam mengatur tata kehidupa bernegara,seperti yang diatur dalam UUD 45.
3. Filsafat pancasila yang abstrak tercermin dalam pembukan UUD 45
4. Pancasila yang dirumuskan dalam Pembukaan UUD45 mrupakan suatu kebulatan yang utuh.
5. Jiwa pancasial yang abstrak setelah tercetus menjadi proklamasi kemerdekaan 17 agustus 1945, tercermin dalam pokok yang terkandung dalam pembukaan UUD45.
Oleh sebab itu secara philosofi dalam kehidupan bangsa Indonesia
diakui bahwa nilai pancasila adalah pandangan hidup. Dengan demikian pancasila dijadikan sebagai pedoman bertingkah laku dan berbuat dalam segala bidang kehidupan.

2.2. Falsafah Hidup Bangsa Indonesia
Pancasila sebagai Falsafah hidup bangsa Indonesia mempunyai fungsi dan peranan sebagai pedoman dan pegangan dalam hal sikap, tingkah laku, dan perbuatan dalm kehidupan sehari hari, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.sesudah tanggal 18 agustus 1945pancasila telah sah menjadi landasan dasar nefara republic Indonesia sah secara yuridis konstitusional.Disinilah Pancasila menjadi suatu staat fundamental norm atau Grandnorm, yang setiap orang baik sebagai pribadi, maupun sebagai warga Negara memiliki nilai pribadi yang dilandasi oleh norma atau hukum tertulis maupun tidak tertulis.
Panacasila sebagai filsafat hidup bangsa tumbuh dan berkembang bersamaan dengan tumbuh dan berkembangnya bangsa Indonesia. Pancasila merupakan Filsafat hidup Bangsa Indonesia mengandung nilai nilai dasar yang dijunjung tinggi oleh bangsa Indonesia.
Nilai nilai dasar yang dimiliki adalah :
1. Nilai KeTuhanan
2. Nilai Kemanusian
3. Nilai persatuan
4. Nilai Kerakyatan
5. Nilai keadilan soial
Yang tata urutannya termuat dalam alinea IV pembukaan UUD 1945 ( ssudah tanggal 18 agustus 1945)
Sebagai filsafat hidup bangsa Indonesia, filsafat pancasila dapat diartikan sebagai kemampuan rohani bangsa indonesia melakukan pemkiran yang sedalam dalamnya tentang kebenaran pancasila sebagai landasan dasar falsafah kehidupan bangsa indonesia sehingga hasilnya adalah memperoleh suatu kebenaran yang sesungguh sungguhnya dan hakiki dari arti nilai nilai pancasila
2.2.1. Wawasan Nusantara sebagai Pancaran Falsafah Pancasila
Konsep wawasan Nusantar terpengkal pada KeTuhanan Yang
Maha Esa sebagai sila yang pertama yang kemudian melahirkan hakikat misi manusia Indonesia yang terjabarkan Pancasila sila berikutnya. Waawasan nusantara sebagai aktualisasi falsafah pancasila menjadi landasan dan pedoman bagi pengadaan kelangsungan hidup bangsa Indonesia.
Dengan demikian wawasan nusantar menjadipedoman bagi upaya mewujudkan kesatuan aspek kehidupan nasional untuk menjamin kesatuan, persatuan dan keutuhanbangsa serta upaya untuk mewujudkan ketertiban dan perdamaian dunia. Disamping itu Wawasan Nusantara merupakan konsep dasar bagi kebijakan dan strategi pembanguna nasional
2.2.2 Latar belakang Filosofis Wawasan nusantara
Berdasrkan fasafah pancasila, manusia Indonesia adalah makhluk
ciptaan Tuhan yang mempumyai naluri, akhlak, daya piker, dan sadar akan keberadaanya yang seba terhubung dengan sesamanya. Kesadaran ini menumbuhkan cipta, karsa, dan karya dan untuk mempertahankan eksitensi dankelangsungan hidupnya dari generasi ke generasi
Nilai nilai Pancasila tercangkup dalam
a. Sila ke Tuhanan Yng Maha Esa
b. Sila kemanusian yang adil dan beradap
c. Sila persatuan Indonesia
d. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat, kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
e. Sila keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Bangsa Indonesia tidak akan lepas dari pancasila karena pancasila ini sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangasa berarti dasar di dalam pancasila menjadi nilai nilai tuntunan dan pegangan yang terkandung dalam mengatur sikap dan tingkah laku manusia Indonesia baik dalam hubungan degan Tuhannya, masyarakat, dan alam semesta.
Pancasila sebagai filsafat merupakan suatu pandangan yang menunjukkan nilai dan pemikiran yang dapat menjadi substansi dan isi pembentukan dari ideology pancasila

3.2 Saran
Dengan adanya makalah ini diharapkan agar kita semua sebagai masyarakat Indonesia, khususnya para Mahasiswa dapat mengamalkan serta menjaga baik dari nilai nilai pancasila maupun pengertiannya dalam filsafat. Sehingga semua sikap, perilaku, dan pemikiran bangsa Indonesia berdasarkan pancasila. Agar semua tujuan dan visi bangsa Indonesia dapat tercapai dengan semestinya

No comments:

Post a Comment