Monday, December 8, 2008

ya Robb

Ya Robb di setiap hembusan nafas tersebut nama Mu...

Di setiap tetesan air mataku...karena rasa takutku akan siksa Mu

Di setiap getaran jantung ini karena aku ingin mendapatakan cintamu

Di setiap langka ini....hanya karena aku ingin mencari Ridho MU

Oleh karena itu jangan Kau biarkan airmata ini mengalir sia sia

Karena Kau biarkan aku berbuat dosa kepada Mu

ya Robb

Ya Robb di setiap hembusan nafas tersebut nama Mu...

Di setiap tetesan air mataku...karena rasa takutku akan siksa Mu

Di setiap getaran jantung ini karena aku ingin mendapatakan cintamu

Di setiap langka ini....hanya karena aku ingin mencari Ridho MU

Oleh karena itu jangan Kau biarkan airmata ini mengalir sia sia

Karena Kau biarkan aku berbuat dosa kepada Mu

Tuesday, December 2, 2008

bicaralah kepadaku

Jiwa akan sepi tanpa teman.
Hati kan mati tanpa iman,
hari kemaren adalah kenangan.hari ini adalah kenyataan.
hari esok adalah impian
dan awali hari harimu dengan senyuman.
Cinta adalah persahabat,
sahabat akan ada slalu ada dalam suka dan duka.

Kenapa ..disaat aku ingin sendiri
Kau datang dengan segudang harapan
Menjadi secuil asa.....yang membekas
Di setiap hati hati para pecinta
Mungkin aku adalah seorang pecundang
Yang hanya bisa berdoa
Tanpa ada keputusan
Kini semua hanya sebatas mimpi dan asa
Debu yang tlah menjadi jejak
Telah terhapus oleh angin penantian
Aku adalah aku sang manusia biasa
Kini aku jadi hampa karena cinta
Semuanya....entah
Mungkin sekarang tak ada orang yang memandangku
Diriku yang tak sebening dulu...


Hati yang dpersatukan melalui perantara duka cita tidak akn terpisahkan oleh semaraknya kebahagiaan. Cinta yang di basuh dengan air mata akan tetap indah dan suci untuk selamanya.....

Aku yang tertidur bersama luka luka ku
Dan gelisah yang menjadi selimutku
Dan dirimu menjadi segenap harapan
Yang menjadi kenangan..
Dan karena cinta...aku dekat kepadamu
Dan juga karena cinta aku jauh darimu...
.................................................................
Cinta melambaikan sayapnya
Di seberang lautan
Menawarkan sayapnya
Untuk ku gunakan terbang
Ke nirwana dan surga
Menggapai bidadari yang ku inginkan
Wahai cintaku...tinggallah di ranjang tidurku
Karena ku takut diriku terbangun dari mimpiku
Dan bayangan yang membuatku
Mendekatimu dan ingin kulukis
Semua yang ada dalam isi hatimu
Tapiku lemparkan kuasku
Karena kata kata membisu tak terucap olehmu
Ku mencoba menulis sajak sajak dalam keseharianku
Yang mengisi halaman halaman laptopku
Seharusnya kau tau itu....
Sampai dimana aku harus terus menulis....???
Halaman ini...halaman yang kosong
Yang kini terisi dengan kata kata penantian
Apakah kau dapat mendengarku ...wahai kau kekasihku
Kekasihku adalah seorang insan yang entah
Ada dimana dia sekarang.....
Kekasiku aku ingin merasakan kelembutan
Sayap sayap cintamu,
Ku terbangun dari mimipku
Dan ku sadar kau tak ada di ranjangku
Ku terrbangun dari ranjangku
Dan ku berjalan di atas rerumputan
Yang di basai dengan embun pagi..
Pakaianku basah karena embun semalam
Dan Kakiku telanjang...
Daun daun telah basah dan
Di sinilah aku berdiri
Di bawah keindahan pohon pohon bambu
..........................................................................
Bicaralah kepadaku...wahai kau kekasihku
Biarlah nafasmu menjadi semilirnya
Udara pagi yang segar...
Yang akan ku hirup di setiap
Kuterbangun dari mimpi mipiku
Bicaralah cintaku....
Karena tak seorang pun bisa mendengarnya...
Selain diriku...yang menjadi imammu
Bicaralah kepadaku ,,wahai kau yang menjadi
Tulang rusukku...yang melengkapi segala kekuranganku
Surga telah menyulam kebahagiaan dengan derita
Surga telah melukis cinta dengan luka
Surga telah menyulam malam dengan kegelapan
Surga telah rembulan dengan dinginnya embun
Surga telah menyulam jubah
Dari kegelapan malam yang menyeramkan
Yang di pinggirnya dihiasi nafas kematian
Yang diletakkan di setiap manusia
.........................................................................

jiwaku berkata dan menasehati aku

Jiwaku berkata kepadaku
Hai kau yang telah disibukkan oleh
Fatamorgana dunia .....
Apa yang ingin kau cari dari dunia...?
Lihatlah...tak ada orang yang memandangmu
Cahaya pun enggan menyinari mu
Dirimu dirimu dikala pagi
Tuhanpun muak dengan dosa dosamu
Tingkahlakumu...............
Kau beribadah kepada Nya
Tapi kau juga bermaksiat kepada Nya
Apakah kau yakin ibadahmu diterima oleh Nya?
Apakah kau yakin tobatmu di ampuni oleh NYa?
Tangisilah dirimu dengan tangisan penyesalan
Sepanjang hidupmu

Jiwaku bertanya kepadaku
Apa yang ingin kau cari dari sandiwara dunia ini
Apakah kau mencari cinta....?
Lihatlah cinta...
Lihatlah berapa banyak orang yang terluka
Karena cinta
Lihatlah cinta...
Apakah kau ingin cari cinta
Sampai kapan kau akan disibukkan dengan urusan cinta?
Sebelum jiwaku menasehatiku
Aku berkata........
Cinta yang ada dihatiku
Bagaikan seutas benang tipis yang terikat oleh pasak
Jiwaku menasehati dan mengajriku
Untuk mencintai mereka yang membenciku
Dan untuk menjalin persahabatan dengan mereka yang memusuhiku
Jiwaku menunjukan kepadaku, cinta mengembangkan dirinya
Tidak hanya kepada mereka yang mencintai,
Tetapi juga kepada mereka yang dicintai
Namun sekarang cinta sudah menjadi
Lingkaran cahaya tanpa awal maupun akhir
Cinta mengelilingi insan dan perlahan akan merengkuh semuanya

Sebelum jiwaku menasehatiku
Aku melihat kecantikan laksana obor yang bergoyang
Diantara kepulan asapnya...
Namun manakal asap itu hilang tersapu angin
Aku tak melihat apapun melainkan
Api yang menyala nyala

Jiwaku menasehatiku dan mengajari aku
Untuk mendengar suara yang tak terdengar
Oleh telinga, takterucapkan oleh lidah
Tenggorokan dan bibir insan
Sebelum jiwaku menasehatiku
Aku tak mendengar suara apapun
Kecuali tangisan dan jeritan
Namun, kini aku mencari keheningan dan
Mampu mendengarnya melantunkan lagu dan sajak
Kepada usia dan angkasa serta mimpi
Mengungkapkan rahasia dari Yang Tak terlihat

Jiwaku menasehatiku
Untuk menyentuh impianku
Yang belum terwujud
Jiwaku mengatakan padaku bahwa
Apapun yang kita sentuh itu
Sebenarnya bagian dari keinginan kita
Namun kini jemariku tak kuasa
Untuk melukis semua yang ada dalan khayalanku
Dan menulis semua yang ada dalam hatiku
Yang bercampur dengan kegelisahan yang tak Nampak

Jiwaku menasehatiku
Janganlah kau mengukur waktu dengan berkata
“kemaren adalah masa lalu dan
Esok adalah impian
Sebelum jiwaku mengatakan hal itu
Aku membayangkan
Masa lalu sebagai yang tek terulang
Dan masa depan adalah sesuatu yang tak teraih

Jiwaku berkata kepadaku
Apa yang kau inginkan dari dunia ini
Apakah kau tak melihat kuasa Tuhanmu
Lihatlah.....
Langit membentang tanpa tiang
dan planet planet bergerak sesuai perhitungan
dan air yang dipertemukan
tapi ada perbedaan diantara keduanya
lihatlah kuasa Tuhanmu
Ia menjadikan manusia berpasang pasangan
Dan Ia menciptakan pasanganmu dari jenismu sendiri
Agar kau senang akan hal itu
Apakah kau tak lihat surga
Yang diceritakan dalam kitab sucimu
Yang di bawahnya mengalir air susu dan arak
Yang setiap saat kau bisa meneguknya
Tanpa kau merasa kenyang akan hal itu
Apa yang perlu kau ragukan lagi
Di surga sana terdapat bidadari bidadari
Bermata bening yang belum pernah di sentuh oleh siapapun
Dan kau halal akan bidadari itu
semua yang tercipta adalah untukku, untukmu,dan untuk kita

sebelum jiwaku berkata kepadaku akan hal itu
aku mencoba mensyukuri atas nikmat Tuhanku
yang telah di anugrahkan kepadaku
sehingga hatiku dapat mendengar semua yang kau ucapkan
aku mencoba bersyukur atas nikmat Tuhanku....

jiwaku mengajariku dan menasehatiku
tentang banyak hal......
saudaraku sebagaimana pula jiwamu menasehatimu
sesungguhnya engkau dan diriku adalah Satu
tak ada perbedaan diantara kita
kecuali ketegasan yang ada di dalam diriku
yang engkau jaga sebagai sebuah rahasia
yang ada dalam hatimu

Sunday, November 30, 2008

Malam Pengantin orang yang bersyukur

Seorang syekh bercerita bahwa pada sebuah perjalanannya, ia melihat seorang kakek tua. Bertanyalah ia tentang keadaannya.
Sang kakek bercerita,”dahulu aku pernah mencintai puteri pamanku, lalu menikahlag aku dengannya.
Pada malam pengantin, aku berkata kepadanya, ‘adinda, bersyukurlah kita kepada Allah. Betap Ia telah mempertemukan kita sehingga kita dapat bemesraan dan bermadu kasih seperti ini.
Ketika Subuh datang, kami bangun untuk sholat berjamaah.
Pada malam malam brikutnya kita melakukan hal yang sama.begitulaj belangsung terus hingga empat puluh tahun. Hampir setiap malam aku berkata kepada isteriku, “Bukankah kita selalu dalam keadaan (yang menyenangkan) sepert ini wahai isteriku.
“ya, jawabnya.

Tangisi Dirimu

Seorang sholih bercerita tentang bahwa pada suatu hari ia datang menghadap Abul Hajjaj al jurjani, untuk bercakap cakap dengannya. Tetapi setelah lama menunggu, ia tak juga mengajaknya bicara. Maka berkatalah ia,
“Engkau berdosa jika engkau tidak menyampaikan ilmu mu padaku”.
Setelah berkata begitu, al jurjani berbicara.
“Engkau tidak maksiat kepada Allah?”.
“ya , Alhamdulillah,” Jawabnya.
Engkau hapus maksiatmu dengan jalan bertobat?” tanyanya kembali.
“Ya”
“Apakah kau tau Allah mengampunimu?”
“Tidak”
“kalau begitu, pergilah! Tangisi dirimu dengan tangisan penyesalan dan tobat pada hari hari selama hidupmu, suapaya engkau menjadi sebagaimana engkau inginkan.” Katanya member nasehat.
Adapun Al Jurjani sendiri menangisi diriya sendiri, sepanjang hidunya selama tiga puluh taun, karena ia takut kepada Allah SWT.