Thursday, March 22, 2012

Analisa Pengaruh Kendaraan Bermuatan Lebih Terhadap Umur Rencana Jalan Dan Kerugian Biaya Transportasi

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Menurut Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004, jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan pelengkapnya yang diperuntukan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kerera api dan jalan kabel. Jalan memiliki fungsi dasar dalam melayani pergerakan di dalamnya yaitu harus lancar dan harus dapat memberikan kemudahan untuk penetrasi ke dalam lahan secara efisiensi dan aman (Bina Marga,1997).
Kontruksi perkerasan jalan direncanakan dengan mengansumsikan bahwa jalan akan mengalami sejumlah repetisi beban kendaraan dalam satuan Standard Axle Load (SAL) sebesar 18.000 lbs atau 8,16 ton untuk as tunggal roda ganda (Single Axle Dual Wheel). Di lapangan berat dan konfigurasi sumbu kendaraan di dalam perhitungan perkerasan perlu terlebih dahulu ditranformasikan ke dalam Equivalent Standard Axle Load (ESAL) (Helmi, 2000, Sylvia, 2000 dan Bina Marga, 1983) yang gaya-gaya nya terdistribusikan pada tiap lapisan perkerasan.
Setiap jenis kendaraan mempunyai roda sumbu yang berbeda, antara lain sumbu tunggal, sumbu ganda dan sumbu triple. Setiap sumbu mempunyai daya rusak (Damage Factor). Daya rusak yang baik dimasukkan ke dalam standard axle 8,16 ton (sigle, tandem, triple) nilai daya rusaknya mendekati atau sama dengan 1 (satu), tidak lebih, sedangkan nilai daya rusak atau Equivalent Axle Load (EAL) suatu beban sumbu kendaraan adalah jumlah lintasan sumbu tunggal seberat 18.000 lbs atau 8,16 ton menghasilkan kerusakan perkerasan yang sama apabila sumbu kendaraan yang dimaksud melintas suatu ruas jalan dalam satu kali (Helmi,2000).
Shahin (1997) menyatakan bahwa analisis kerusakan jalan akibat overloading menimbulkan konsekuensi terhadap biaya kerusakan (Damage Factor Cost) dan biaya akibat pengurangan umur pelayanan jalan (Defisit Design Life Cost). Beberapa faktor penyebab kerusakan struktural jalan menurut Watson (1989) adalah peningkatan dan repetisi beban lalu lintas, air hujan, dan air tanah naik akibat sifat kapilaritas, kesalahan pemilihan bahan kontruksi perkerasan, kondisi tanah dasar yang tidak stabil, iklim dan cuaca yang tidak sesuai dan proses pemadatan yang kurang sempurna. Pengaruh muatan berlebih (overload) pada kenaikan daya rusak ternyata jauh lebih besar dari pada presentase kenaikan muatan yang dilampui (muatan ilegal), khususnya pada jenis truk bersumbu tunggal yang mempunyai daya rusak lebih tinggi jika terjadi kelebihan muatan. (Batubara, Burhan, 2006)
Imam Sudibyo dan Akhmad Muhtar (2002 ; 66) Pengaruh Kelebihan Beban Lalulintas Kendaraan Terhadap Umur Rencana Jalan, Penentuan Tarif Timbangan dan Alternatif Penanganannya (Studi Kasus Ruas Jalan Kartasura – Boyolali km 0 + 000 – km 5 + 500).
Hasil penelitiannya sebagai berikut :
Umur Rencana Berdasarkan Beban Standard = 6,3 tahun
Umur Rencana Berdasarkan Penelitian = 5,3 tahun
Terjadi Penurunan Umur Rencana = 1,0 tahun

Hery Koesdarwanto (2004 ; 75) Evaluasi Umur Pelayanan Perkerasan Lentur Akibat Pengaruh Kendaraan Bermuatan Lebih (Studi Kasus Ruas Jalan Surakarta – Kartasura).
Hasil penelitiannya sebagai berikut :
Umur Rencana Perkerasan Semula = 7,975 tahun
Umur Rencana Berdasarkan Penelitian = 5,17 tahun
Terjadi penurunan umur rencana = 2,797 tahun







Tabel 2.1. Perbedaan dan Persamaan dengan Penelitian Sebelumnya
Nama Peneliti Agus Budianto U.A Imam Sudibyo dan Ahmad Muhtar Hery Koesdarwanto
Judul Penelitian Analisa Pengaruh beban Berlebih(overloading)terhadap umur rencana jalan dan kerugian biaya transportasi Pengaruh Kelebihan Beban Lalulintas Kendaraan Terhadap Umur Rencana Jalan, Penentuan Tarif Timbangan dan Alternatif Penanganannya Evaluasi Umur Pelayanan Perkerasan Lentur Akibat Pengaruh Kendaraan Bermuatan Lebih
Tempat Penelitian (Rangkasbitung-Cikande Asem) (Studi Kasus Ruas Jalan Surakarta – Kartasura). (Studi Kasus Ruas Jalan Kartasura – Boyolali km 0 + 000 – km 5 + 500).
Tahun Penelitian 2011 2004 2002
Persamaan Penelitian Menganalisa pengaruh kendaraan bermuatan ebih terhadap penurunan umur rencana jalan. Menganalisa pengaruh kendaraan bermuatan ebih terhadap penurunan umur rencana jalan. Menganalisa pengaruh kendaraan bermuatan ebih terhadap penurunan umur rencana jalan.
Perbedaan Penelitian Mendesain tebal perkerasan rigid dan entur, menganalisa kerugian biaya, Menentukan tarif timbangan dan penanganan terhadap beban berlebih Pengaruh beban berlebih terhadap perkerasan lentur
Hasil Penelitian Umur Rencana Berdasarkan Beban Standard = 6,3 tahun
Umur Rencana Berdasarkan Penelitian = 5,3 tahun
Terjadi Penurunan Umur Rencana = 1,0 tahun Umur Rencana Perkerasan Semula = 7,975 tahun
Umur Rencana Berdasarkan Penelitian = 5,17 tahun
Terjadi penurunan umur rencana = 2,797 tahun

Sumber : Analisa
















Gambar 2.1. Hubungan dengan Penelitian Sebelumnya

No comments:

Post a Comment