Thursday, March 22, 2012

Analisa Pengaruh Kendaraan Bermuatan Lebih Terhadap Umur Rencana Jalan dan Kerugian Biaya Transportasi

BAB IV
METODOLOGI PENELITIAN
Metode penelitian disusun untuk mengarahkan pembahasan studi secara terstruktur. Metodologi digunakan dalam studi ini adalah metode deskritif, yaitu penelitian yang menuturkan, menganalisis, dan mengklasifikasikan data dengan berbagai teknik, seperti survey, observasi, literatur, dan lain lain.

A. Pengumpulan Data
Data yang diperoleh dalam studi kali ini diperoleh melalui survey primer dan sekunder. Pengumpulan data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari sumber asli berdasarkan hasil observasi dan peninjauan langsung dilapangan, sedangkan pengumpulan data sekunder diperoleh dari studi literatur dan dengan melakukan kunjungan langsung terhadap instansi-instansi terkait.
1. Data Jembatan Timbang
Data berat kendaraan dari Jembatan Timbang merupakan referensi atau acuan untuk berat keseluruhan kendaraan.
2. Data CBR Tanah
Data CBR tanah didapat dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Propinsi Banten. CBR yang didapat adalah harga CBR Laboratorium atau CBR lapangan. Dalam menetapkan harga rata-rata nilai CBR dari sejumlah harga CBR yang dilaporkan, maka harga CBR rata-rata ditentukan sebagai berikut:
a. Tentukan harga CBR terendah
b. Tentukan berapa banyak harga CBR yang sama dan lebih besar dari masing-masing nilai CBR
c. Angka jumlah terbanyak dinyatakan sebagai 100%. Jumlah lainnya merupakan presentase dari 100
d. Nilai CBR rata-rata adalah yang didapa dari angka presentase 90%
Dalam menentukan CBR rata-rata yang mendekati ideal, maka dibuat segmen-segmen dimana beda CBR dari suatu segmen tidak besar.
Data CBR Tanah Jalan Rangkasbitung-Cikande dapat dilihat pada lampiran 2.
3. Data Harga Bahan dan Alat
Perhitungan biaya konstruksi pada penelitian ini menggunakan referensi standar harga satuan dasar menurut Pergub N0 16 Tahun 2010. Data tersebut meliputi :
a. Harga satuan dasar bahan yang digunakan dalam perkerasan lentur dan rigid, meliputi: harga Aspal, Agregat, Baja tulangan dan lain-lain.
b. Harga satuan dasar alat, yaitu biaya sewa peralatan persatuan waktu.
c. Harga satuan dasar tenaga kerja yaitu standar gaji pekerja pada suatu proyek konstruksi yang dihitung per-jam.
Harga satuan dasar bahan, harga satuan dasar alat dan harga satuan dasar tenaga kerja dapat dilihat pada Tabel 4.1, 4.2 dan 4.3.

Tabel 4.1 Daftar Harga Bahan
No. U R A I A N SATUAN HARGA
SATUAN
( Rp.) KETERANGAN
1. P a s i r M3 180,000.00 Base Camp
2. Batu Kali M3 165,000.00 Lokasi Pekerjaan
3. Agregat Kasar M3 180,000.00 Base Camp
4. Agregat Halus M3 190,000.00 Base Camp
5. F i l l e r Kg 700.00 Proses/Base Camp
6. Batu Belah / Kerakal M3 150,000.00 Lokasi Pekerjaan
7. G r a v e l M3 Base Camp
8. Material Tanah Timbunan M3 50,000.00 Borrow Pit
9. Material Pilihan M3 90,000.00 Quarry
10. Aspal Kg 9,000.00 Base Camp
11. Kerosen / Minyak Tanah Liter 3,000.00 Base Camp
12. Semen / PC (50kg) Zak 56,000.00 Base Camp
Kg 1,120.00 Base Camp
13. Besi Beton Kg 12,000.00 Lokasi Pekerjaan
14. Kawat Beton Kg 14,000.00 Lokasi Pekerjaan
15. Kawat Bronjong Kg 18,000.00 Lokasi Pekerjaan
16. S i r t u M3 120,000.00 Lokasi Pekerjaan
17. Cat Marka (Non Thermoplas) Kg 40,000.00 Lokasi Pekerjaan
Cat Marka (Thermoplastic) Kg 50,000.00 Lokasi Pekerjaan
18. P a k u Kg 15,000.00 Lokasi Pekerjaan
Sumber : Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Propinsi Banten 2010

Tabel 4.2 Harga Satuan Dasar Alat
Uraian Sewa Alat/ Jam (diluar PPN)
ASPHALT MIXING PLANT 2.008.733,33
ASPHALT FINISHER 313.196,83
ASPHALT SPRAYER 94.485,16
BULLDOZER 100-150 HP 243.452,44
COMPRESSOR 4000-6500 L\M 123.550,13
CONCRETE MIXER 0.3-0.6 M3 46.917,43
CRANE 10-15 TON 453.125,00
DUMP TRUCK 3-4 M3 121.469,38
DUMP TRUCK 149.375,00
EXCAVATOR 80-140 HP 210.250,00
FLAT BED TRUCK 3-4 M3 109.225,00
GENERATOR SET 188.468,75
MOTOR GRADER >100 HP 268.312,50
TRACK LOADER 75-100 HP 164.500,00
WHEEL LOADER 1.0-1.6 M3 147.687,50
THREE WHEEL ROLLER 6-8 T 122.150,00
TANDEM ROLLER 6-8 T. 136.875,00
TIRE ROLLER 8-10 T. 110.000,00
VIBRATORY ROLLER 5-8 T. 127.187,50
CONCRETE VIBRATOR 33.187,50
STONE CRUSHER 204.756,25
WATER PUMP 70-100 mm 23.650,00
WATER TANKER 3000-4500 L. 109.562,50
PEDESTRIAN ROLLER 32.543,75
TAMPER 21.125,00
JACK HAMMER 20.257,50
FULVI MIXER 104.875,00
CONCRETE PUMP 100.887,50
TRAILER 20 TON 203.750,00
PILE DRIVER + HAMMER 78.875,00
CRANE ON TRACK 35 TON 190.750,00
WELDING SET 50.668,75
Sumber : Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Propinsi Banten 2010










Tabel 4.3 Harga Satuan Dasar Tenaga Kerja
No. U R A I A N SATUAN HARGA SATUAN
( Rp.) KETERANGAN
(8 Jam)

1. Pekerja Jam 6,250.00 50,000.00
2. Tukang Jam 7,500.00 60,000.00
3. M a n d o r Jam 8,750.00 70,000.00
4. Operator Jam 8,750.00 70,000.00
5. Pembantu Operator Jam 6,250.00 50,000.00
6. Sopir / Driver Jam 7,500.00 60,000.00
7. Pembantu Sopir / Driver Jam 6,250.00 50,000.00
8. Mekanik Jam 8,750.00 70,000.00
9. Pembantu Mekanik Jam 6,250.00 50,000.00
10. Kepala Tukang Jam 8,125.00 65,000.00
Sumber : Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Propinsi Banten 2010

B. Data Survey Lapangan
Data survey lapangan adalah data yang diperoleh dengan cara survey langsung ke lapangan, meliputi data lalu lintas harian rata-rata (LHR). Volume lalu lintas harian rata rata (LHR) adalah volume total yang melintasi suatu titik atau ruas pada fasilitas jalan yang dihitung pada lajur rencana.
Adapun metode pengerjaan yang dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Melakukan wawancara pada supir truk pengangkut pasir.
2. Untuk truk yang overload, truk yang di survey hanya truk yang bergandar T1.2H, T1.2.2 karena truk jenis ini yang memilki daya rusak paling tinggi di bandingkan truk jenis lain seperti trailer karena trailer mempunyai sumbu banyak.
3. Untuk mengetahui volume truk yaitu dengan cara menghitung volume truk dikalikan dengan berat jenis barang yang di angkut, dimana pada ruas jalan Rangkasbitung–Cikande penyebab kerusakan jalan adalah karena truk mengangkut pasir, hal ini sesuai dengan latar belakang masalah, sehingga volume kendaraan dikalikan berat jenis pasir.
4. Untuk mengukur volume truk yaitu dengan cara mendatangi tambang pasir, selanjutnya melakukan pengukuran dan wawancara kepada sopir truk. Hal ini dilakukan agar data yang didapatkan mendekati validasi.
5. Mengambil data dari jembatan timbang Cikande sebagai salah satu refrensi berat truk pengangkut pasir.
6. Survey dilakukan selama 3 hari yakni hari senin, kamis dan minggu selama masing-masing 18 jam. Waktu survey dari jam 6 pagi sampai 12 malam. Hal ini dilakukan dengan asumsi bahwa kendaraan banyak melewati jalan tersebut. Jalan Cikande-Rangkasbitung merupakan jalan yang strategis yang menghubungkan kendaraan yang akan menuju ke arah Tangerang dan Jakarta dari arah Rangkasbitung dan juga sebaliknya.
7. Untuk lalu lintas harian kendaraan yang disurvey meliputi kendaraan yang mempunyai berat total minimum 2 ton (Mobil Penumpang) sampai kendaraan truk yang overload. Sehingga beban kendaraan yang kurang dari 2 ton, seperti motor, sepeda dan becak tidak diperhitungkan. Konfigurasi sumbu untuk perencanaan terdiri dari 4 jenis kelompok sumbu sebagai berikut:
a. Sumbu tunggal roda tunggal (STRT)
b. Sumbu tunggal roda ganda (STRG)
c. Sumbu tandem roda ganda (STdRG)
d. Sumbu trindem roda ganda (STrRG)






Tabel 4.4 Jenis Kendaraan Menurut Beban Roda
No Jenis Kendaraan Konfigurasi Beban Sumbu Roda
Depan
STRT Belakang
ke-1 ke-2 ke-3
1. Mobil Penumpang 1.0 1.0 STRT
2. Bus kecil (T1.2) 1.5 3.5 STRG
3. Bus Besar (T1.2) 3 5 STRG
4. Pick-Up (T1.1) 1.5 3.5 STRT
5. Truk Sedang (T1.2M) 3 5 STRG
6. Truk Berat (T1.2H) 6 10 STRG
7. Truk Tandem (T1.22) 6 9 STdRG 9 STdRG
8. Trailer (T1.2-2.2) 6 10 STRG 10 STRG 10 STdRG
Sumber : Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Propinsi Banten
Lokasi survey di daerah Cikande Asem, Serang. Kendaraan yang di survey adalah kendaraan yang menuju Cikande dan Rangkasbitung. Lalu lintas harian rata-rata yag diambil dari ke tiga hari adalah lalu lintas yang terbesar.





Gambar 4.1. Lokasi Survey

C. Metode Pengerjaan
Adapun metode pengerjaan yang dilakukan adalah dengan:
1. Melakukan survey primer untuk mendapatkan lalu lintas harian rata-rata (LHR)
2. Menentukan tanah dasar (CBR) yang di dapat dari Dinas Pekerjaan Umum
3. Menentukan jenis sambungan
4. Memilih jenis dan tebal pondasi bawah
5. Menentukan CBR efektif
6. Menaksiran tebal pelat beton
7. Menentukan tegangan ekivalen tiap jenis sumbu
8. Menentukan faktor rasio tegangan (FRT)
9. Menentukan jumlah repetisi ijin setiap beban sumbu
10. Menghitung kerusakan fatik tiap beban sumbu = perkiraan jumlah sumbu dibagi jumlah repetisi ijin dan dijumlahkan
11. Apakah kerusakan fatik melebihi 100 %, jika ya maka kembali keperhitungan bahu beton, jika tidak dilanjutkan ke tebal rencana
12. Menghitung biaya kontruksi
13. Menghitung kerugian biaya kontruksi

D. Perhitungan Kerugian Biaya
Perhitungan analisis kebutuhan biaya, didasarkan pada parameter biaya selama masa konstruksi dan pemeliharaan, yang dianalisis selama umur rencana, yaitu selama 10 tahun.
Didalam perhitungan biaya terdapat unsur–unsur :
1. Harga Satuan Dasar
a. Upah tenaga kerja (per-jam, hari atau bulan)
Perhitungan upah tenaga kerja adalah berdasarkan:
1) Kualifikasi, ada beberapa kualifikasi tenaga kerja yang dapat digunakan antara lain: mandor, pekerja, tukang, pembantu tukang, sopir, operator dan sebagainya.
2) Jumlah tenaga kerja, jumlah tenaga kerja yang digunakan dihitung dengan cara ditaksir.
b. Bahan / material
c. Peralatan
2. Harga Satuan Pekerjaan
Merupakan harga satuan setiap item pembayaran, selanjutnya harga satuan setiap mata pembayaran dikalikan dengan volume pekerjaan, menghasilkan harga pekerjaan setiap mata pembayaran.
3. Setelah didapat biaya awal pelaksanaan pekerjaan perkerasan jalan, selanjutnya memperhitungkan biaya perawatan, perbaikan maupun rehab dari kerusakan yang terjadi selama umur rencana.
4. Setelah didapat estimasi biaya dari perkerasan lentur dan perkerasan rigid, selanjutnya dihitung nilai NPV (nilai sekarang) dari kedua perkerasan tersebut.
5. Biaya konstruksi awal ditambah biaya pemeliharaan dan biaya perbaikan adalah biaya seluruh konstruksi perkerasan selama umur rencana.
6. Membandingkan biaya perkerasan lentur dan rigid untuk menentukan konstruksi perkerasan yang paling ekonomis.

E. Siklus Penelitian

1 comment: